Thursday, July 16, 2009

Linux Mandriva 2008 dan Ubuntu Studio 8








Sedikit berbagi cerita, perkenalan saya dengan Linux terawali dengan ludesnya data dalam bentuk tulisan dan hasil music recording skala rumahan akibat virus Trojan.
Alhasil, usaha browsing menunjukkan berjibun forum, blog atau situs yang berdiskusi tentang Linux Mandriva dan Ubuntu Studio.

Nah, percakapan crowded society dalam dunia perLinuxan itu berikutnya mewarnai eksperimentasi penulis untuk mengubah OS pada laptop dan PC. Saya yang awam komputer memilih turunan Red Hat dan Debian semata-mata untuk menghindari fanatisme terhadap distro.

Bagi pengguna Linux yang enggan instalasi rumit berbasis text, Mandriva merupakan salah satu pilihan awal yang terbukti mobile. Saya ujicoba menggunakan Linux Mandriva dengan IM2 Kartu "3".










Di sisi lain, distro Ubuntu Studio fokus pada individu pekerja seni. Saya ujicoba menggunakan fasilitas MuseScore di Ubuntu Studio 8, untuk menulis partitur lagu berjudul Setara.









Keragaman di Linux ini dapat berimplikasi pada penumbuhan tingkat keakraban warga "awam komputer" pada dunia IT.


Anom SP

No comments:

Post a Comment

Comment with CyberEthic